Bersihkan Rolak Amprong DLH Terjunkan Pasning, OPD dan Dihadiri Walikota Sambut Hari Lingkungan Hidup Dunia

MALANG PROKOTA.com-All outnya jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang menuju Kota Bebas Sampah  terus dioptimalkan. Intinya tiada hari tanpa bersih bersih sampah.Konon aksi bebas sapah yang ditarget 2022 terlampaui bukan hanya jargon semata, apalagi sekedar kejar penghargaan meski prestasi telah didulang hampir tiap tahun anugerah Lingkungan hidup mulai klas nasional maupun ASEAN sudah diraih oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang sejak berdiri tahun 2017.

Makanya tidak berlebihan jika DLH punya program 3 bulan bebas sampah yang terus dipetpanjang dan jadi program tetap bidang pelanyanan kebersihan Dinas Linglungan Hidup.

“Untuk bersih sungai hampir tiap minggu 2 kali kami gelar disekumlah sungai yang rawan jadi ajang pembuangan sampah. seperti minggu terakhir bulan Juli ini hampir 200 pasning bersama warga bersihkan areal Rolak Sungai Amprong kelurahan kedungkandang kecamatan Kedungkandang. Pertama launcing wisata kampoeng Rolak yang kedua sekaligus peringatan Hari Lingkungan Hidup Dunia tepatnya tgl 28 Juli yang dipusatkan di kota Probolinggo, “Ungkap Plt DLH kota Malang Dyah Ayu Kusumadewi saat ditemui usai ikuti Sidang Paripurna APBD 2019 di DPRD 31/7.

Harapan Asinten II Sekda itu menambahkan bahwa aksi bersih dan bebas sampah yang hampir tiap hari dilakukan jajaran Pasning di wilayah Pemkot Malang bukan hanya tanggungjawab Dinas Lingkungan Hidup saja.

Kedepan warga dilimgkungan Pemerintah Kota Malang mulai dari lingkungan RT/RW ikut bertanggung jawab atas sampah yamg ada dilinglungannya masing masing sebelum dibawah petugaske TPS, lalu ke tempat pembuangan akhir di Supit Urang, insha allah dengan sistem 3R yang bisa dilakukan dilingkungan RTRW maupun Rumah PKD volume sampah yang tercatat sampai 667 ton tiap hari itu bisa berkurang karena berubah menjadi uang, yang penting lagi budaya buang sampah sembarangan bisa berubah menjadi pro lingkungan, apalagi ada perda barusosl pelanggaran buang sampah sembarangan bakal diterapkan, sehingga buat jera pelanggar lingkungan ,” pungkasnya optimis.

Perlu diketahui bahwa  momentum peringatan Hari Lingkungan Hidup seDunia yang dipusatkan di kota Probolinggo Minggu 28/7 juga berlangsung juga  di Kota Malang.Hanya saja bukan hanya sekedar bersih- bersih Sungai Amprong yang berada di wilayah Kelurahan Kedungkandang  tapi sekaligus melauncing Dam Rolak Sungai Amprong  yang akan dijadikan destinasi wisata baru berlabel Rolak Indah dan merupakan wahana wisata berbasis sungai, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji memberikan apresiasi positif.
Pasalnya, warga dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) secara swadaya menginisiasi wahana wisata di perkampungan ini.

Pada momen ini, berbagai elemen masyarakat seperti pegiat lingkungan, mahasiswa, TNI dan Polri bersatu membersihkan Sungai Rolak.
Selain membersihkan sungai dan memperbaiki sarana penunjang, para kaum muda pun melakukan penanaman pohon di area pinggir Sungai Rolak ini.

Menurut Sutiaji, dengan dijadikannya sungai sebagai wisata naik perahu dan arung jeram, maka nantinya akan turut mengungkit ekonomi warga sekitar, yaitu dengan datangnya para wisatawan.

Dengan terawat dan terjaganya sungai ini, maka juga bisa menjadi sumber air baku bagi PDAM, guna memenuhi kebutuhan air warga. imbuhnya.

Lebih jauh pria berkacamata itu mengatakan, jika selain kelompok sadar wisata, kalangan akademisi dan pihak PDAM pun diajak kerja bareng untuk memaksimalkan fungsi sungai ini bagi kemaslahatan umat.
Sungai yang memiliki potensi wisata dan sumber air baku akan ditata sebaik mungkin agar hasilnya juga maksimal.

Apa yang diminta Pokdarwis akan kita kaji dan desainnya biar nanti saya minta dari ITN untuk mendesain,” kata Wali kota.

Tentunya kalau nanti sifatnya futuristik, dan bukan melihat hari ini sampai mungkin tahun depan, tapi bagaimana instrumen-instrumen wisata kali (sungai) ini bisa menarik dilihat dari beberapa daerah atau kecenderungan orang yang cinta kepada kali itu maunya apa.
“Sehingga orang yang datang ke sini itu nanti banyak macam dan ragamnya ketika dia melihat,” urai Sutiaji.

Sementara itu, Handono selaku Ketua Pokdarwis dari Kelurahan Kedungkandang mengaku jika lahirnya wisata Rolak Indah ini berawal dari komitmen bersama warga.

Kami optimis dari apa yang dicanangkan, dan apabila berbagai elemen masyarakat bisa memiliki komitmen dan visi yang sama untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan bersama maka semua akan terealisasi dengan baik,” tegasnya.(*)