BerAnalek “MungLuruberkah” Rutin Berbagi Sembako, Nasi Bungkus Dan Merenovasi TPQ dengan Saweran

MALANG PROKOTA.Com – Gerakan kemanusiaan sekaligus berburu berkah ala anak muda yang menamakan diri BerAnalek (Berkelana, red) ditengah Pandemi covid-19 tersebut bukan makin surut justru makin kreatif dan tangguh salah satunya membagi nasi bungkus tiap minggu dua kali, kamis malam dan Jumat pagi .Dan yang paling gress aksi puluhan anak muda berbeda latar belakang ini dakam tiga bulan kebelakang itu coba Luruberkah dengan merenovasi TPQ hingga layak untuk mengaji para santri.

“Alhamdulillah…., RENOVASI TPQ ROUDLOTUL JANNAH MBADUT sudah mari alias finish.,matur Suwon gawe Kabeh dulur2 berANALEK + donatur yang telah membantu tenaga_pikiran_materi di TPQ ROUDLOTUL JANNAH., mudah2an semua amal dulur2 berANALEK beserta keluarga dibalas oleh Allah,

mudah2an selalu diberi rejeki yang berlimpah,sehat,seger waras terus,panjang umur dan mudah2 kedepannya semakin solid, insya allah motto kami beKERJA berANALEK,berSOSIAL dan MUNGLURUBERKAH, mohon doa restunya bulan depan Beranalek merenovasi TPQ di kecamatan kedungkandang ” ungkap Nakata ketua BerAnalek itu coba berfilosofi.

Perlu diketahui aksi beramal dengan modal saweran dari kantong pribadi sisihkan uang rokok, mau berpuasa, gak njajan demi berkah yang diburu. berAnalek yang terdiri dari berbagai golongan anak muda yang jelas aksi mereka patut ditiru anak muda BHumi Arema untuk ramai ramai membantu sesama BerAnalek nama model bahasa walikan (dibalik) asli arek Malang dari nama Berkelana itu sebagai bukti kreatifitas anak muda berbakat dari berbagai golongan pendidikan, umur dan tingkat ekonomi tersebut coba memburu berkah.

“Kalau jadwal rutin setiap 2 bln sekali, dari hasil patungan atau saweran kita belikan barang yang urgen dibutuhkan di Pondok Yatim Piatu atau ada santunan dr tmn2 sendiri, selain itu kita punya kas yang setiap bulannya kita urunan seikhlasnya, alhamdulilah ada saja,” timpal Agung Dharsono bendahara BerAnalek blak blakkan.

 

Salah satunya adalah program kamis malam dan jumat pagi sedekah nasi bungkus. Mefollow-up beberapa kegiatan sosial mulai santunan pada anak yatim piatu ,serta penyaluran sembako pada warga terdampak sejak covid-19, “tandasnya.

Masih kata arek betek tersebut jika terbentuknya BerAnalek itu saat nongkrong bareng Nakata pada saat santai minum jahe jeruk di betek,

“Cak ndut sebagai sesepuh itu mendorong arek arek tergugah karena melihat di lingkungan sekitar kita masih banyak yg membutuhkan” pungkas penghoby burung berkicau itu nyakin.

Bendahara BerAnalek menambahkan, bakti sosial tersebut selain untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, juga sebagai wujud kepedulian kepada warga kurang mampu khususnya anak-anak yatim dan yatim piatu.

“Setelah sukses merenovasi TPQ di kelurahan karangbesuki kota Malang, sasaran berikutnya kecamatan kedungkandang kota Malang, TPQ di gang VI Mayjend Sungkono kelurahan Buring itu perlu pembangunsn total tempat untuk mengaji para santri, saat ini mereka beribadah dan mengaji dirumah berdinding gedeg dan mengajinta duatas dilan daru triplek tang sudah aus dengan lantai plester sebagian tanah, mereka yg mengaji disana dari warga yang secara ekonomi kurang beruntung dan memang dinilai membutuhkan uluran tangan, alhamdulilah BerAnalek dapat amanah merenovasi rumah belajar dan ngaji itu dengan patungan sekaligus salurkan bantuan dari donatur,” tandasnya optimis awal bulan mulai kerja.(*)