Awas, Bisa Muncul Matahari Kembar di Pemkab Malang, Sekda Diam-Diam berburu Rekomendasi Cabup Malang untuk Saingi HM. Sanusi

MALANG PROKOTA.Com – Meski baru digelar pada 2020 mendatang, suhu politik menjelang Pilbup (Pemilihan Bupati) Malang mulai memanas.

Ini lantaran berbagai tokoh di Kabupaten Malang sudah mulai muncul untuk memberanikan diri menyatakan untuk maju sebagai Calon Bupati Malang periode 2020 – 2025.

Selain incumbent Plt Bupati Malang H. Sanusi yang hampir dipastikan maju lagi, ada nama Hari Cahyono salah satu pengusaha dan sekaligus penggiat pariwisata di kawasan Malang Barat.

Tak hanya itu, informasi yang digali PROKOTA.Com sekda Kabupaten Malang Didik Budi Mulyono juga dikabarkan berambisi maju dalam bursa pilbup Malang. Tak tanggung, Didik dikabarkan sudah melakukan dengan dua partai besar di Kabupaten Malang. Yakni PDIP dan PKB.
“Ya kalau komunikasi sudah dilakukan oleh pak sekda. Tapi baru sebatas itu,” ujar salah satu kader PDIP Kabupaten Malang yang enggan dipublish namanya.

Upaya Didik melakukan komunikasi tak hanya dengan PDIP. Mantan kepala Dinas Cipta Karya era Bupati Malang Sujud Pribadi ini juga melakukan pendekatan dengan petinggi PKB. “Ya pak sekda Malang juga kabarnya melakukan pendekatan dengan PKB,” terang sumber PROKOTA di DPW PKB Jatim.

Terkait perburuan rekomendasi calon bupati itu, Didik Budi Mulyono ketika ditemui di DPRD Kabupaten Malang menjelang pelantikan anggota DPRD Kabupaten Malang periode 2019-2024 masih enggan berbicara banyak. “Ya dilihat saja nanti,” tandas Didik sambil tergesa-gesa berlalu meninggal gedung DPRD Kabupaten Malang di Kepanjen.

Upaya Didik untuk berburu rekomendasi calon Bupati Malang merupakan hal yang wajar. Sebab posisinya sebagai sekda memang strategis.

Namanya cukup familiar dikalangan ASN Pemkab Malang dan kepala desa di wilayah Kabupaten Malang.

Terlebih lagi, bursa pilbup Malang 2020 mendatang hanya menyisakan incumbent Wabup Malang H.M Sanusi yang kini berstatus Plt Bupati Malang lantaran Bupati Malang non aktif Rendra Kresna. Apalagi Rendra juga sudah terpilih dua periode.

Sehingga bisa jadi Didik beranggapan ada peluang untuk bertarung dengan HM. Sanusi untuk memperebutkan kursi N1 Kabupaten Malang.

Nah apabila skenario itu benar terjadi, bisa dipastikan bakal ada matahari kembar di internal Pemkab Malang. Sebab Sanusi dan Didik akan berusaha mencari simpatik di kalangan ASN.

Keduanya tentunya akan memetakan pegawai mana saja yang menjadi loyalis mereka agar bisa mendukung dalam pertarungan Pilbup 2020 nanti.

Namun tidak menutup kemungkinan antara HM. Sanusi dan Didik bakal ada komitmen. Misalnya mereka akan berpasangan menjadi Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Malang.

Menanggapi hal itu, Direktur SETARA Asep Suriaman meminta agar Plt Sanusi dan Sekda Didik diharapkan bisa bersikap profesional. Artinya mereka harus mengikuti aturan main yang ada.

Misalnya tidak memanfaatkan jabatannya untuk ajang kampanye kepada masyarakat Kabupate Malang. Dan ini tentunya bisa terjadi gesekan di internal Pemkab Malang. “Kalau memang keduanya berseberangan. Bakal ada matahari kembar di Pemkab Malang. Sebab Sanusi dan Didik merupakan orang nomer satu dan nomer dua di Kabupaten Malang. Jelas keduanya masing masing punya loyalis. Kalau tidak profesional maka rakyat yang akan dirugikan, sebab operasional mereka didanai oleh uang rakyat,” tandas Asep yang getol mengkritisi pelayanan publik di Kabupaten Malang ini. (*)