AMATI Ajak Dewan “Buka-Bukaan” APBD

MALANG PROKOTA.Com – Perlu diketahui bahwa setelah beberapa waktu lalu Aliansi Masyarakat Anti Korupsi adakan audensi dengan komisi B DPRD kota Malang, kali ini AMATI menyoroti tentang transparansi APBD Kota Malang tahun anggaran 2020 serta peruntukkannya yang di nilai masih sangat minim diketahui publik.

“Kami mendorong pemkot Malang untuk bisa wujudkan smart city,tata kelolah kota dengan model e – budgeting yang di harapkan warga kota Malang bisa lebih transparan.AMATI juga menginginkan keterbukaan informasi publik tentang blak-blakan APBD yang pernah disampaikan salah satu anggota DPRD kota Malang”ucap kordinator AMATI, Romadhony, Rabu (18/12).

Romadhony juga mengungkapkan, warga kota Malang berhak mendapatkan informasi tentang APBD serta peruntukkannya. Seharusnya pemkot Malang bisa memanfaatkan media sosial atau tayangan di video tron yang dipunyainya untuk sajikan informasi tersebut.

“Keterbukaan informasi tersebut bisa menjadi wujud pemkot Malang bertanggung jawab atas peruntukan APBD serta kinerjanya. Sehingga warga bisa mengawasi serta mengapresiasi apa yang telah dan akan pemkot Malang kerjakan,” beber dia geram.

Dikesempatan terakhir Dony menekankan bahwa, apa yang disuarakan AMATI saat ini bukan sikap oposisi atau perlawanan terhadap pemkot Malang. “Tapi AMATI sangat peduli dan mendukung untuk kota Malang yang Lebih baik,” tandasnya.

Seperti diketahui kota Malang memiliki tulisan di logo pemkot yang berbunyi Malang Kuceswara yang punyai arti Tuhan Hancurkan Yang Batil.tulisan tersebut diusulkan oleh Prof. Dr Raden Mas Ngabehi Porbatjaraka, sosok pakar bahasa yang berasal dari kota Solo, Jawa Tengah.

Sementara Wiwik Sukesih anggota komisi B DPRD menanggapi serius ajakan Aliansi Masyarakat Anti Korupsi untuk keterbukaan publik perihal APBD, “selain publik bisa mengetahui atau sekalian memberi masukan pada wakilnya, dan kami sebagai wakil rakyat akan membawa aspirasi itu ketingkat Fraksi maupun banmus, semaga ada perubahan positif,” tandas politisi wanita asal PDIP itu berharap.(*)