15 Finalis Joko Roro Tampilkan Tari di Bina Desa

PROKOTA, MALANG – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkab Malang sudah menetapkan 15 pasang finalis Joko-Roro. Artinya selangkah lagi mereka akan bersaing untuk memperebutkan predikat Joko dan Roro Kabupaten Malang 2018.

Untuk itu, para finalis harus melakukan serangkaian kegiatan sebelum menuju ke grand final yang akan digelar pada 28 April mendatang di Gunung Kawi.

Tahap awal, mereka diberi tugas berbaur dengan masyarakat lewat acara Bina Desa, Rabu (15/3/2018) mendatang di Desa Bangelan,  Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Kadisparbud Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara mengatakan, pihaknya menginginkan keberadaan Joko-Roro hanya bagus dari tampak fisiknya. Jokonya tampan dan Roronya terlihat cantik. Akan tetapi mereka juga harus cerdas dan smart dalam bergaul dengan masyarakat.
“Mereka harus bisa mengimplementasikan kemampuannya di tengah masyarakat. Mereka punya latar belakang disiplin ilmu, jadi harus bisa ditransfer untuk kemajuan masyarakat,” ujar Made kepada PROKOTA.

Pada saat Bina Desa nanti, kata Made, pihaknya bersama tim juri akan melihat bagaimana finalis Joko Roro ini bersosialisasi dengan masyarakat di pedesaan.

Disparbud juga akan mengumpulkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) agar finalis Joko Roro ini bisa diskusi terkait apa saja dalam upaya mengembangkan pariwista untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Tak hanya itu, lanjut Made, Finalis pJoko-Roro 2018 juga sudah harus siap dengan talenta masing-masing, karena mereka harus menyuguhkan seni tari. “Finalis Joko Roro ini kami uji di acara Binas Desa nanti,” tandas Made. (*)